Entah sudah berapa banyak saran dari keluarga, teman, sahabat, bos, kyai, dosen atau siapapun yang mengingatkan saya untuk segera menyelesaikan kuliah. Tapi kenapa hal ini seperti menjadi kutukan bagi saya, baik S1 maupun S2 lulusnya lama.. hahaha
Butuh 6,5 tahun untuk mendapatkan gelar sarjana dng waktu normal 4 tahun. Meskipun tugas akhir yang menjadi syarat lulus cukup dikerjakan selama 5 bulan saja.
Jadi apa masalahnya sekarang? harus berapa lama lagi agar lulus dan mendapat gelar MBA? ini sudah 2 tahun lebih Bung! tinggal 5 bulan lagi deadline!
Apalagi alasanmu? sibuk kerja, ga punya duit, laptop sering hang, goblok, kurang support, ga ada pacar? hahahha
Tapi maklumat dari Bos besar yang akan memindahkan saya ke Luwuk pedalaman Sulawesi bila belum lulus di awal tahun cukup membikin keder, hadeeehhhh
Ternyata memotivasi orang lain memang jauh lebih mudah daripada memotivasi diri sendiri. Ayoo buka lagi file thesisnya, Semangka......Semangat Kakaaa
Groooookkkk...ngiler...grookkk
Sabtu, 30 Juli 2011
Minggu, 24 April 2011
Genre
Baru saja lagu-lagu hits boyband indo jaman saya SMP - SMA diputer ulang di zona 80.
Acara musik milik salah satu tv swasta.
inikah namanya cinta ah ah, inikah cinta, uh uh... ME dab..
katakan lah oh kasih, getaran cinta yang ada dihatiku.. Coboyy.. Ali..Gilberttt...
hahahaha...
Kalau ingat saat itu, saya sering malu apabila ketahuan teman-teman menyanyikan lagu2 boyband indonesia. Karena dianggap lagu cewe, menye-menye tidak cocok bagi cowo yg harusnya memilih dewa, slank ato bon jovi.
Meskipun syairnya juga ttg cinta dan kasih sayang, sama juga toh?
Itulah pilihan, ada keberanian untuk memilih lagu dan selera sendiri. Atau akan mengikuti selera dan preferensi dari lingkungan yang biasanya akan disebut lazim ato pantas.
Kalo misalkan boleh masa itu diulang, saya pasti berani utk menyanyikan lagu2 boyband itu. bagus kok, ga salah. kenapa harus malu?
Tapi keberanian itu muncul dalam usia saya sekarang, dimana cara berpikirnya sudah beda. Harusnya bisa lebih logis, realistis dan komprehensif. Tidak hanya berdasarkan teman kanan kiri atau pertimbangan2 sesaat.
Meskipun saya juga tidak bisa memaksakan kepada anak-anak smp jaman sekarang mengenai jalan pikiran ini.
Jamannya beda om, itu tebakan saya akan jawaban mereka.
Ya begitulah anak jaman, semua orang akan hidup dan memiliki jamannya masing-masing. Dan semua akan belajar dari setiap kesalahan dan perbuatan yg dilakukan, agar bisa teliti dan mengambil hikmah.
Kembali ngomongin boyband, keliatannya era kejayaan New Kid On The Block, Trio Libels dan Boys II Men mungkin akan hadir kembali di Indonesia. Diharapkan dari kemunculan grup boyband seperti Smash, 7Icon dll akan memberi warna baru dalam blantika musik tanah air setelah cukup lama tertindas dalam nuansa Pop Melayu.
Sekedar pesan buat calon bintang masa kini, kalian artis, public figure, bukan hanya tools. Berikan contoh yg baik bagi penggemar kalian karena itu resiko yg didapat dari terkenal dan menjadi panutan bagi orang lain.
Sebelum kepala dan mata cenat cenut, kita tutup dulu.
I heart You
Acara musik milik salah satu tv swasta.
inikah namanya cinta ah ah, inikah cinta, uh uh... ME dab..
katakan lah oh kasih, getaran cinta yang ada dihatiku.. Coboyy.. Ali..Gilberttt...
hahahaha...
Kalau ingat saat itu, saya sering malu apabila ketahuan teman-teman menyanyikan lagu2 boyband indonesia. Karena dianggap lagu cewe, menye-menye tidak cocok bagi cowo yg harusnya memilih dewa, slank ato bon jovi.
Meskipun syairnya juga ttg cinta dan kasih sayang, sama juga toh?
Itulah pilihan, ada keberanian untuk memilih lagu dan selera sendiri. Atau akan mengikuti selera dan preferensi dari lingkungan yang biasanya akan disebut lazim ato pantas.
Kalo misalkan boleh masa itu diulang, saya pasti berani utk menyanyikan lagu2 boyband itu. bagus kok, ga salah. kenapa harus malu?
Tapi keberanian itu muncul dalam usia saya sekarang, dimana cara berpikirnya sudah beda. Harusnya bisa lebih logis, realistis dan komprehensif. Tidak hanya berdasarkan teman kanan kiri atau pertimbangan2 sesaat.
Meskipun saya juga tidak bisa memaksakan kepada anak-anak smp jaman sekarang mengenai jalan pikiran ini.
Jamannya beda om, itu tebakan saya akan jawaban mereka.
Ya begitulah anak jaman, semua orang akan hidup dan memiliki jamannya masing-masing. Dan semua akan belajar dari setiap kesalahan dan perbuatan yg dilakukan, agar bisa teliti dan mengambil hikmah.
Kembali ngomongin boyband, keliatannya era kejayaan New Kid On The Block, Trio Libels dan Boys II Men mungkin akan hadir kembali di Indonesia. Diharapkan dari kemunculan grup boyband seperti Smash, 7Icon dll akan memberi warna baru dalam blantika musik tanah air setelah cukup lama tertindas dalam nuansa Pop Melayu.
Sekedar pesan buat calon bintang masa kini, kalian artis, public figure, bukan hanya tools. Berikan contoh yg baik bagi penggemar kalian karena itu resiko yg didapat dari terkenal dan menjadi panutan bagi orang lain.
Sebelum kepala dan mata cenat cenut, kita tutup dulu.
I heart You
Minggu, 16 Januari 2011
Image
Saat ini saya sedang punya PR besar yaitu memikirkan bagaimana agar nama saya bisa terkenal seperti tokoh-tokoh dan teman-teman paling tidak di dunia maya. Sehingga orang lain akan penasaran dan ingin mengetahui diri saya lebih lanjut bahkan memberikan tawaran sebagai rekanan bisnis.. jiahhh.. kelihatannya masih menjadi mimpi untuk saat ini, tapi saya yakin itu bukanlah hal yang mustahil. Tinggal menunggu waktu saja.
Cara cepat untuk mendapat tips & trik personal branding pasti melalui mbah google. Tapi mayoritas pasti akan menyarankan untuk membuat personal website. Apakah itu jurus jitu? atau berbagai blog dan referensi yang saya temukan ternyata bersumber dari orang yg sama. Dan yang lain hanya copas atau retweet kalau meminjam istilah twitter.
Padahal saya pernah membeli domain, hosting dan membuat personal website sederhana, meskipun tetap kosong tidak ada isinya sampai masa kontraknya habis. hahaha... yang namanya pemalas memang selalu tidak dapat apa-apa :D
Tetapi kembali kepada konsep personal branding sendiri, apakah hal tersebut hanya sekedar mencitrakan diri kita sehingga akan terlihat keren, cool atau sukses sehingga "berharga" dimata orang lain? atau sebuah langkah pragmatis untuk "menjual" diri sendiri sehingga bisa mendapatkan pekerjaan/bisnis yang lebih baik?
Dengan semua keterbatasan pemahaman saya, paling tidak saya tidak mau kalau nantinya hanya seperti yang dilakukan "juragan" bangsa kita sekarang. wooghh nuduuuhh... hehhe.
Kalau tidak tahu ya nanya, baca dan belajar. Mungkin itulah yang harus saya lakukan dalam waktu dekat ini untuk mengetahui apa itu personal branding secara hakiki.
nama saya Toso dan terkadang saya kelihatan keren.
Cara cepat untuk mendapat tips & trik personal branding pasti melalui mbah google. Tapi mayoritas pasti akan menyarankan untuk membuat personal website. Apakah itu jurus jitu? atau berbagai blog dan referensi yang saya temukan ternyata bersumber dari orang yg sama. Dan yang lain hanya copas atau retweet kalau meminjam istilah twitter.
Padahal saya pernah membeli domain, hosting dan membuat personal website sederhana, meskipun tetap kosong tidak ada isinya sampai masa kontraknya habis. hahaha... yang namanya pemalas memang selalu tidak dapat apa-apa :D
Tetapi kembali kepada konsep personal branding sendiri, apakah hal tersebut hanya sekedar mencitrakan diri kita sehingga akan terlihat keren, cool atau sukses sehingga "berharga" dimata orang lain? atau sebuah langkah pragmatis untuk "menjual" diri sendiri sehingga bisa mendapatkan pekerjaan/bisnis yang lebih baik?
Dengan semua keterbatasan pemahaman saya, paling tidak saya tidak mau kalau nantinya hanya seperti yang dilakukan "juragan" bangsa kita sekarang. wooghh nuduuuhh... hehhe.
Kalau tidak tahu ya nanya, baca dan belajar. Mungkin itulah yang harus saya lakukan dalam waktu dekat ini untuk mengetahui apa itu personal branding secara hakiki.
nama saya Toso dan terkadang saya kelihatan keren.
Langganan:
Komentar (Atom)